Menanamkan Karakter dan Kreativitas, SD Muhammadiyan PK Kottabarat Gelar Abata Baking Class
Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan parents' day yang dikemas secara apik dan menarik bertajuk "Junior Donutpreneur: Sweet Success" di Ruang Haji sekolah setempat, Sabtu (24/10/2026).
Koordinator tim kelas III, Lusia Wahyu Purbowati, menyampaikan kegiatan parents' day kali ini bekerja sama dengan program Abata Baking Class yang bertujuan untuk menghadirkan pembelajaran kuliner inspiratif dan penuh sesi interaktif.
"Program edukasi berbasis pengalaman ini dirancang untuk menstimulasi kecakapan motorik sekaligus membentukan karakter para murid meliputi kesabaran, ketelitian, etos kerja keras, kreativitas, hingga ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan belajar," terangnya.
Tepat pukul 07.15 hingga 07.30 WIB, tahapan awal kegiatan dimulai dengan registrasi dan persiapan atribut para murid berupa penggunaan apron dan topi chef cilik secara seragam. Tim Abata, tim guru kelas III serta paguyuban orang tua murid kelas III dengan sigap membimbing serta mengarahkan para murid mengenakan perlengkapan tersebut, sehingga menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi sejak detik-detik pertama acara.
Memasuki pukul 07.30 hingga 07.45 WIB, suasana ruangan bertransformasi menjadi ruang konsentrasi yang tenang tatkala para murid duduk di depan meja belajar masing-masing untuk mengikuti sesi mewarnai. Aktivitas ini secara strategis diformulasikan guna mengasah ketajaman motorik halus, tingkat ketelitian, serta daya fokus murid sebelum mereka melangkah ke ranah praktik kuliner yang sesungguhnya.
Tepat pukul 07.45 hingga 07.50 WIB, gelaran acara inti secara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama. Sinergi yang terbangun harmonis antara paguyuban orang tua murid kelas III dan tim guru III berhasil menciptakan suasana khidmat, memohon rahmat serta kelancaran demi keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan edukatif kali ini.
Agenda berlanjut pada pukul 07.50 hingga 08.00 WIB melalui penayangan video animasi edukatif yang memuat materi komprehensif mengenai pengenalan bahan-bahan baku serta tata cara pembuatan donat. Melalui sajian visual, para murid diajak untuk memahami prinsip dasar sains kuliner, termasuk proses fermentasi dan peran penting ragi secara menyenangkan.
Keseruan acara kian memuncak pada pukul 08.00 hingga 08.05 WIB ketika sesi ice breaking diselenggarakan oleh tim Abata. Berbagai aktivitas berupa nyanyian edukatif dan tepuk tangan ritmis sukses mencairkan suasana kebekuan, sekaligus membangkitkan kembali energi dan konsentrasi murid sebelum memasuki segmen praktik utama.
Pukul 08.05 hingga 08.45 WIB menjadi inti dari keseluruhan rangkaian acara, yakni sesi praktik pembuatan donat secara langsung. Tim Abata mendistribusikan bahan-bahan berkualitas tinggi beserta perangkat cutting dan adonan siap olah, sementara pihak MC memandu teknik dasar menggulung serta mencetak adonan dengan presisi tinggi menggunakan tangan mungil para peserta. Tidak berhenti pada pencetakan adonan dasar, kegiatan berlanjut pada pukul 08.45 hingga 09.20 WIB dalam sesi praktik menghias donat (Decorating Donuts). Didampingi secara intensif oleh tim Abata dan tim guru kelas III, para murid diberi kebebasan mengeksplorasi imajinasi artistik mereka dalam memadukan aneka ragam topping, glaze, dan ornamen warna-warni di atas kue ciptaan mereka.
Sebagai wujud dokumentasi atas dedikasi dan kerja keras para chef cilik tersebut, sesi khusus diabadikan pada pukul 09.20 hingga 09.30 WIB. Pancaran senyum kebanggaan tampak jelas di wajah setiap murid manakala mereka memperlihatkan hasil karya kuliner terbaiknya di hadapan kamera dokumentasi sekolah. Rangkaian acara kemudian memasuki sesi penyerahan apresiasi pada pukul 09.30 hingga 09.40 WIB melalui pembagian sertifikat resmi dan voucher eksklusif bagi seluruh murid. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk partisipasi aktif, ketekunan, serta disiplin yang ditunjukkan para murid sepanjang pelatihan berlangsung.
Tepat pukul 09.40 hingga 09.50 WIB, seluruh rangkaian kegiatan parents' day resmi ditutup dengan ucapan syukur alhamdulillah serta doa penutup majelis secara bersama-sama.
Ketua paguyuban orang tua murid kelas III, Elsi Sepriyanti berharap kegiatan parents' day kali ini dapat memberikan kesan mendalam serta pengalaman berharga yang memperkaya wawasan nonakademik setiap murid maupun tenaga pendidik yang hadir.
"Lebih dari sekadar mempraktikkan keterampilan tata boga, kegiatan Abata Baking Class ini berhasil menanamkan esensi nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi murid seperti kerja sama tim dan kontrol emosi di tengah keramaian," ucapnya.
