Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sulap Ramadan Jadi “Laboratorium” Kreativitas

Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sulap Ramadan Jadi “Laboratorium” Kreativitas

Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Sulap Ramadan Jadi "Laboratorium" Kreativitas

Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhamadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Puncak Gelar Projek Ramadan di hall utama gedung selatan sekolah setempat, Sabtu (7/3/2026).

Mengusung tema "Belajar Mendalam pada Ramadan Berbasis Projek", kegiatan ini berhasil mentransformasi ritual ibadah rutin menjadi pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggemberikan (joyful) selaras dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Kegiatan Ramadan juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan pengalaman nyata kepada para murid melalui pameran kreativitas dan buah pikir kolabarasi yang apik antara pihak sekolah dan orang tua murid kelas VI.

Guru Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) kelas VI, Mohamad Iqbal Baehaqi, menyampaikan kegiatan gelar projek Ramadan memiliki tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi antarkelompok.
"Kegiatan ini juga memotivasi para murid untuk mengembangkan keterampilan sosial dan tanggung jawab untuk menghasilkan produk akhir yang otentik dan memiliki cita rasa kesenian yang unik serta menarik," terangnya.

Suasana hall utama SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo tampak riuh dan penuh warna dengan berdirinya delapan stand kajang bambu. Dipilihnya stand ini karena bahan bambu akan memberikan kesan tradisional, etnik, dan alami yang menonjolkan nuansa nusantara.

Para murid dibagi menjadi delapan kelompok dengan tema yang beragam, diantaranya: 1) cara mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadan, 2) cara menyelesaikan hafalan Al-Qur'an Juz ke-30 di bulan Ramadan, 3) kiat sehat dan bugar di bulan Ramadan, 4) kiat menggapai lailatulqadar, 5) amalan yang dapat merusak puasa, 6) ketentuan zakat dalam Islam, 7) ketentuan dan keutamaan salat tarawih, dan 8) ketentuan dan tata cara salat Idulfitri.

Produk yang dihasilkan pun sangat beragam dan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu media visual meliputi komik edukasi, cerita bergambar (cergam), poster, dan infografis estetik. Karya fisik mencangkup maket masjid yang detail, kartu ucapan hari raya, dan papan target Ramadan. Konten digital yang menghasilkan video pendek dan vlog kekinian yang siap menghiasi layar gawai.

Salah satu murid kelas VI sekaligus ketua kelompok VII, Cattleya Aysha Ailaniarka Diandra terlihat mahir dalam mempresentasikan materi sesuai tema kelompoknya yaitu ketentuan dan tata cara salat tarawih.
“Kami telah berusaha menyelesaikan projek ini dengan maksimal di sela-sela persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Alhamdulillah, kelompok kami meraih juara 1 dan terpilih sebagai stand terfavorit, bangga rasanya semua jerih payah dan kerja berjemaah kami terbayarkan hari ini," ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan hangat melalui pengumuman pemenang dan buka puasa bersama orang tua murid kelas VI. Penentuan pemenang dilakukan melalui sistem polling dan daftar jawara Gelar Projek Ramadan diraih oleh kelompok VII sebagai juara 1 sekaligus kelompok terfavorit, kelompok IV meraih juara 2, dan kelompok II terpilih menjadi juara 3.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *