Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Transformasi Karakter Melalui Alam di Desa Wisata Pulesari

Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Transformasi Karakter Melalui Alam di Desa Wisata Pulesari

Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Transformasi Karakter Melalui Alam di Desa Wisata Pulesari

Sebanyak 83 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dalam upaya berkelanjutan untuk membentuk profil pelajar yang tangguh dan berintegritas di Desa Wisata Pulesari, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (9/4/2026).

Mengangkat tema "The Power of We: Learning to Connect and Collaborate Challenges Together”, kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan penguatan karakter (character building) dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar ruang kelas.

Koordinator tim kelas II, Rini Dewi Puspitasari, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi nilai-nilai teoritis di sekolah menjadi praktik nyata melalui tantangan alam dan interaksi sosial di pedesaan.

"Di Desa Wisata Pulesari, kami menempatkan murid pada situasi yang menuntut kejujuran, kerja keras, dan kepedulian. Kami ingin murid kami tidak hanya unggul dalam nilai rapor, tetapi juga memiliki mentalitas juara yang tidak mudah menyerah dan memiliki empati yang tinggi terhadap sesama manusia serta lingkungan," terangnya.

Menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam, rombongan disambut dengan ramah oleh tim pemandu dan dihidangkan welcome drink kudapan khas Desa Wisata Pulesari. Kegiatan field trip diawali dengan pembukaan, ice breaking, ketangkasan gerak tubuh, dan dilanjutkan dengan pembagian empat kelompok besar.

Secara bergiliran setiap kelompok akan mengikuti kegiatan petik salak, mempraktikan proses pembuatan wajik salak, dan river trekking berupa jaring laba-laba, vertikal web, tangga air, jembatan goyang, titian bambu serta hujan buatan.

Kegiatan field trip kali ini tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, melainkan mencakup empat pilar utama pengembangan karakter murid yaitu (1) kemandirian dan kedisiplinan, murid dilatih untuk mengelola diri sendiri bertanggung jawab terhadap barang bawaan dan senantiasa menjaga kebersihan selama di lokasi field trip, (2) gotong royong dan kecerdasan interpersonal, sesi fun game dan river trekking di Sungai Bedog mengajarkan murid untuk melepas ego individu, saling membantu, dan berempati kepada teman yang mengalami kesulitan, (3) ketahanan mental dan keberanian, tantangan fisik seperti jembatan goyang dan titian bambu mengajarkan kepada para murid untuk mengambil risiko saat terjatuh, memupuk rasa percaya diri dari rasa ketakutan serta yakin akan kemampuan diri sendiri, (4) religiusitas dan cinta lingkungan, para murid diajak untuk mensyukuri keindahan alam melalui wisata petik salak pondoh dan belajar berinteraksi dengan warga lokal tentang etika dan tata krama.

Salah satu murid kelas II, Allarick Emirsyah Aryabima Wibowo tampak gembira saat mengikuti sesi river trekking.
"Ini pertama kali aku mengikuti kegiatan petualangan menyusuri sungai, ternyata tidak hanya ketahanan fisik yang kita siapakan tetapi juga kewaspadaan navigasi untuk menaklukkan semua rintangan," ucapnya.

Kegiatan penutup diisi dengan sesi praktik membuat wajik salak, banyak pembelajaran yang didapat dari sesi ini diantaranya para murid mengetahui potensi pemanfaatan bahan baku lokal, meningkatkan kemampuan keterampilan memasak serta mencari peluang baru untuk bisnis kuliner.

Sepulangnya dari Desa Wisata Pulesari, kami berharap ada perubahan perilaku yang signifikan pada murid terutama dalam hal insiatif belajar dan kualitas interaksi sosial di lingkungan sekolah. Pengalaman empiris menaklukan derasnya arus sungai menjadi memori positif untuk menguatkan mental murid serta siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *