Eksplorasi Alam dan Kemandirian: Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Field Trip Edukatif di Hortimart Semarang

Eksplorasi Alam dan Kemandirian: Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Field Trip Edukatif di Hortimart Semarang

Eksplorasi Alam dan Kemandirian: Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Ikuti Field Trip Edukatif di Hortimart Semarang

Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottbarat Solo menggelar kegiatan field trip edukatif dalam upaya mengintegrasikan kurikulum akademik dengan pengalaman praktis di Sentra Hortikultura Agrowisata Hortimart, Kabupaten Semarang, Rabu (8/4/2026).

Mengusung tema "Plant a Seed, Watch it Grow: Plant Seeds and Track Growth", kegiatan ini dirancang bukan sekadar perjalanan wisata saja, melainkan sebagai bentuk manifestasi pembelajaran nyata dalam disiplin ilmu mata pelajaran Seni Rupa dan pengembangan karakter murid.

Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menjelaskan pengalaman terhadap objek nyata sangat dibutuhkan dalam fase perkembangan anak usia dini.
"Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual di luar lingkungan sekolah. Melalui aksi nyata di alam, kegiatan ini juga bertujan untuk mengasah keterampilan motorik halus anak serta membangun fondasi kemandirian sejak dini," terang Lusia di sela-sela kegiatan.

Seluruh rangkaian kegiatan field trip dipandu secara profesional oleh Tim Fasilitator Hortimart, secara bergiliran setiap murid akan diajak menyelami eskosistem perkebunan melalui tiga tahapan utama. Pertama, ekspedisi hortikultura (agrotour). Murid dibagi menjadi enam kelompok kecil untuk mengeksplorasi lahan seluas 25 hektar menggunakan armada shuttle. Mereka melintasi berbagai blok tanaman mulai dari durian, nangka, alpukat, hingga melon dan sayur organik. Dalam sesi ini, murid mendapatkan edukasi langsung mengenai keberagaman hayati dan karakteristik berbagai pohon buah.

Kedua, edukasi agrikultur penanaman bibit cabai. Kegiatan ini menuntut ketelitian dan keberanian untuk berinteraksi langsung dengan media tanam. Menggunakan polybag dan tanah gembur, setiap murid belajar menempatkan bibit dengan teknik yang benar.

Antusiasme terlihat jelas saat Sarah Shabira Mukti, salah satu peserta field trip, berhasil menanam bibit cabai.
"Hore, aku berhasil! Nanti cabainya akan aku rawat di rumah bersama ibuku hingga berbuah lebat," ucapnya dengan penuh gembira.

Ketiga, panen selektif petik buah jambu. Kegiatan ini menjadi puncak penyelenggaraan field trip, setiap murid diajak melakukan praktik pemanenan buah jambu. Aktivitas ini tidak dilakukan secara sembarangan, murid diarahkan untuk mengamati teknik pemetikan yang dilakukan oleh petani ahli sebelum mencobanya sendiri. Sebagai apresiasi atas partisipasi mereka, setiap murid diperbolehkan membawa pulang dua buah jambu hasil petikan mandiri sebagai buah tangan.

Internalisasi Nilai Karakter
Selain aspek akademis, kegiatan field trip ini memiliki misi mendalam dalam pembentukan karakter. Melalui interaksi dengan alam dan teman sebaya murid diajarkan nilai-nilai keberanian, ketelatenan, serta kerja sama tim. Pengalaman ini diharapkan mampu memperkaya perspektif murid terhadap dunia luar, menumbuhkan rasa syukur atas kekayaan alam serta memperkuat keterampilan sosial yang akan menjadi modal berharga bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *