Sedekah Pohon Hingga Lepas Burung Perkutut, Ratusan Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Rayakan Puncak MPLS Ramah dan MPKB
Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo ikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) di Taman Balekambang, Jl. Depok, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung semarak ini mengusung tema "Cozy School, Fun Class, Proud to Learn". Melalui tema tersebut, pihak sekolah berkomitmen menciptakan ekosistem belajar yang nyaman, menyenangkan, dan menumbuhkan rasa bangga yang mendalam dalam diri setiap murid untuk belajar.
Acara dibuka dengan khidmat melalui doa bersama yang dipimpin salah satu murid kelas VI, Mauro Maharajasa Ksatriatama kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam.
Dalam sambutannya, disampaikan dua pesan kepada para murid untuk selalu menjaga lisan dan menjaga sikap antarteman di lingkungan sekolah.
"Hari ini bukanlah akhir dari kegiatan MPLS dan MPKB, tetapi sekaligus menandai kesiapan dan semangat baru dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027," terangnya.
Suasana semakin meriah saat memasuki sesi seremonial pelepasan burung perkutut oleh perwakilan murid dari kelas I - VI. Pelepasan satwa ini diiringi oleh alunan nyaring dari permainan tradisional "otok-otok" yang disiapkan panitia penyelenggara untuk menciptakan perpaduan nuansa budaya lokal yang kental.
Tak berhenti pada aspek selebrasi visual semata, kegiatan yang sarat akan makna ini juga diisi agenda edukasi karakter yang sangat aplikatif. Berkolaborasi dengan Duta Sahabat Sekolah Dasar, seluruh murid mengikuti sosialisasi mengenai tujuh kebiasaan anak hebat yang dirancang untuk membangun kedisiplinan dan kemandirian murid sejak dini.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, para murid diajak untuk melakukan aksi sedekah pohon menanam bibit pohon mangga, kelengkeng, sawo, nangka, rambutan, dan alpukat di area Taman Balekambang. Tujuan sedekah pohon ini sebagai simbol pertumbuhan, harapan, dan kontribusi aktif sekolah terhadap bumi.
Setelah aksi lingkungan selesai, keceriaan berlanjut dengan sesi kebugaran fisik melalui senam bersama. Dipandu langsung oleh guru olahraga, seluruh murid bergerak dengan penuh semangat mengikuti irama musik yang dinamis di bawah rindangnya pepohonan.
Guna memberikan ruang ekspresi bagi perkembangan motorik murid, panitia penyelenggara membebaskan seluruh murid untuk membawa alat olahraga favorit mereka dari rumah. Setelah senam berakhir, area rumput taman yang luas seketika berubah menjadi arena bermain interaktif yang penuh warna, mulai dari aktivitas sepak bola, bulu tangkis, sepatu roda hingga lompat tali.
Koordinator tim kelas I, Esti Ambarwati, menyampaikan melalui konsep kegiatan luar ruangan ini transisi belajar murid dari masa TK ke SD dapat berjalan menyenangkan, ramah anak, dan mampu memacu motivasi intrinsik murid.
"Interaksi langsung dengan alam dan lingkungan sosial juga mampu membentuk kepekaan empati murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga matang dari segi sosial," jelasnya.
Kegiatan penutup diisi dengan swafoto bersama orang tua di area photo booth yang telah tersedia. Harapannya, dokumentasi yang dihasilkan mampu menciptakan pengalaman imersif yang penuh emosional.
Salah satu murid kelas I, Garuda Satya Hang Nagari, terlihat gembira menerbangkan burung perkutut.
"Awalnya terasa geli, lama-lama jadi terbiasa. Semoga burung yang kita lepas dapat segera mendapatkan makanan di taman ini," gumamnya.
